Langsung ke konten utama

SEKILAS MELIHAT KONTRA INTELIJEN FBI


Intelijen selain melaksanakan kegiatan pengumpulan informasi dan penciptaan kondisi, untuk kepentingan pengamanan melaksanakan pengamanan baik internal dan eksternal yang bersifat kontra intelijen. Dalam hal ini sebagai contoh, COINTELPOR’S (counter intelligence programs) adalah Lembaga kontra intelijen yang dibentuk dan bernaung di bawah FBI. Lembaga ini merupakan penjabaran yang dilakukan FBI terhadap warganegara Amerika sendiri dalam rangka memelihara pengamanan dalam negeri. Langkah preventif ini ditunjukkan kepada berbagai kelompok organisasi dan individu yang dinilai memiliki kecenderungan menciptakan ancaman dan gangguan di dalam negeri. Memang hal yang aneh bahwa Amerika, sebagai negara yang menjunjung tinggi Demokrasi termasuk kebebasan hak-hak berbicara dan kebebasan secara individu, melibatkan dan memberikan tanggung jawab kepada pihak-pihak Lembaga keamanan nasional amerika seperti CIA, FBI, NSA dan sebagainya untuk meminimalisasi setiap perkembangan gerakan yang menjurus kepada ketidakstabilan kondisi negara.



Salah satu tugas FBI selaku badan keamanan nasional Amerika adalah mengamankan kebijakan politik di luar maupun di dalam negeri dan memiliki nilai yang sama tingginya. Oleh sebab itu, FBI melakukan serangkaian kegiatan intelijen terhadap warganegara amerika sendiri yang berada didalam negeri. Kegiatan yang di deteksi adalah kegiatan politik perorangan dan kelompok dan kegiatannya lebih bersifat kontra intelijen dengan memanfaatkan berbagai potensi jaringan tersebut, maka FBI lebih mudah melacak aktivitas rakyat Amerika dengan memanfaatkan fasilitas umum dan sosial seperti sistem peradilan hukum, komunikasi, jaringan telpon, perpajakan nasional, dan sebagainya. Kegiatan COINTELPOR’S resminya berlangsung dari tahun 1956. Menjadi pertanyaan besar apakah Lembaga ini masih berlangsung dengan undercover dan dengan dukungan perkembangan teknologi yang semakin maju atau canggih maka dapat dilaksanakan dengan cara yang lebih hebat lagi.


Mengacu buku misteri operasi intelijen yang disusun oleh Faried Cahyono dan Fahmi Indrayadi, bahwa orang-orang yang termasuk dalam program COINTELPOR’S pada umumnya aktif dalam berbagai kelompok hak-hak sipil serta keagamaan seperti Marthin Luther King, Malcolm X, Stokely Carmichael dan Eliyah Muhammad. Sedangkan organisasi yang dilibatkan oleh FBI antara lain The Ku Klux Klan, Snitch Jacketing, The Subversion Of The Press, Mumia Abu Jamal, Geronimo Ji Jaga Pratt. 



Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...