Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sosial

MILENIAL IKUT PENDIDIKAN BELA NEGARA?

Dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono menyoroti kondisi negara yang memasuki era bonus demografi mulai tahun 2025-2030 yang ditandai dengan dominannya penduduk usia produktif. Menurutnya, generasi milenial akan mengisi bonus demografi tersebut sehingga perlu disiapkan untuk menggerakkan perekonomian bangsa di masa depan. Dia mengatakan untuk menunjukkan kecintaan generasi milenial terhadap negara, mereka dapat bergabung dalam Komponen Cadangan (Komcad) sesuai amanat dari Undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional Untuk Pertahanan Negara. "Komcad ini bukan wajib militer, ini kesadaran dari warga masyarakat yang ingin membela negara jika terjadi perang, difasilitasi dengan memberikan pelatihan selama beberapa bulan.  Usai latihan dikembalikan ke masyarakat. Jika negara dalam keadaan perang, mereka siap bertempur," kata Wahyu melalui keterangan tertulisnya...

RAMPINGKAN BIROKRASI MELALUI PENCABUTAN BIN DARI KEMENKO POLHUKAM

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 73 Tahun 2020 tentang Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) yang tidak lagi mengkoordinasikan Badan Intelijen Negara (BIN), serta digaungkan untuk memberikan ruang bagi presiden sebagai klien tunggal lembaga telik sandi itu dinilai sejumlah pihak tak akan jauh berbeda dengan mekanisme yang telah ada sebelumnya. Namun hal tersebut tidak sejalan dengan Deputi VII BIN, Wawan Purwanto yang melihat bahwa secara umum, Perpes tersebut akan memperkuat sekaligus memperketat rahasia informasi serta menyederhanakan laporan kepada presiden sebagai komando tertinggi BIN. Sementara Wakil Ketua MPR, Syarif Hasan menyebut selain dapat memaksimalkan efektivitas dan efisiensi, Perpres terbaru yang menasbihkan seorang presiden sebagai klien tunggal diharapkan dan disiratkan akan berkontribusi membuat BIN dapat menyamai level mekanisme koordinasi entitas intelijen mumpuni dunia seperti Central Intelligence Agency (CIA...

SAMPAI KAPAN BULLYING AKAN TERJADI?

Media sosial tengah dihebohkan oleh sebuah video berisi rekaman aksi bullying atau perundungan yang dialami seorang anak berkebutuhan khusus. Video itu menggambarkan bagaimana ia dipermainkan oleh anak lainnya ditengah ia menjajakan dagangannya. Lewat video tersebut, timbul pertanyaan, mengapa anak berkebutuhan khusus rentan mengalami bullying atau perundungan? Sebuah studi baru-baru ini menemukan bahwa anak-anak dengan gangguan autisme lima kali lebih mungkin menjadi korban perundungan di lingkungannya. Meski demikian, sejumlah orang tua yang memiliki anak dengan sindrom tersebut mengaku bahwa kemungkinan anak autis menjadi korban perundungan, jauh lebih tinggi dari itu. Dalam studi tersebut, sekitar 46% anak autis di sekolah menengah mengaku menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah. Seorang penulis bernama Paul Sterzing dari Washington University di St. Louis menyebutkan, tingkat intimidasi dan perundungan di kalangan remaja ini sangat tinggi. Bahkan dia menyebutnya sebagai “...

'HERD IMMUNITY' ADALAH JALAN TERAKHIR?

Peperangan antara virus dengan manusia adalah soal adu cepat siapa yang lebih dulu bisa beradaptasi: virus dengan mutasi genetiknya atau manusia dengan kekebalan tubuhnya. Vaksin diciptakan agar manusia memenangkan pertempuran tersebut. Sebelum abad ke-18 gambaran dunia terlalu kelam akibat serangan berbagai wabah penyakit. Kala itu penawar belum ditemukan, dan manusia sepenuhnya bergantung pada keajaiban sistem imun untuk melindungi diri dari penyakit. Infeksi virus ringan sangat mungkin membikin kematian bagi manusia. Ilmu kesehatan masih sangat terbatas dan belum banyak obat ditemukan untuk kasus penyakit akibat virus. Penemuan vaksin oleh seorang dokter Inggris bernama Edward Jenner pun tak mampu meredakan wabah karena uji cobanya dianggap tidak etis. Ketika wabah cacar tengah merebak, Jenner melakukan percobaan kontroversial yang justru membuka gerbang ilmu pengobatan modern. Ia mengamati anomali pada pemerah susu sapi, dampak cacar pada mereka paling banter hanya serupa efek keme...

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

KETIKA MILITER IKUT TANGANI CORONA, PERLU DIAPRESIASI ATAU DITAKUTI?

Menjadi menarik untuk melihat perihal banyaknya sosok berlatar belakang militer justru berdiri dalam Gugus Tugas Covid-19. Berbagai pihak kemudian menyebut bahwa besarnya pelibatan sosok-sosok tersebut menjadi akar masalah dari buruknya penanganan Covid-19. Benarkah demikian? Sebelum viralnya berita kematian Sutopo Purwo Nugroho, mungkin tidak banyak yang memberi perhatian khusus terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Karena fungsi dan tujuannya dalam menanggulangi bencana, BNPB sebenarnya merupakan badan yang memiliki kewenangan yang begitu besar. Merujuk pada Undang-Undang (UU) Darurat Bencana yang merupakan UU yang satu level  di bawah  UU Darurat Militer, BNPB sejatinya memiliki kewenangan untuk mengkoordinir berbagai lembaga besar seperti kepolisian, militer, hingga intelijen. Atas besarnya kewenangan BNPB, itu kemudian membuat berbagai pihak menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menunjuk Letjen Doni Monardo sebagai Kepala BNPB pada 9 Janua...

HOAX

Kegiatan berselancar di dunia maya saat ini menjadi hal yang sangat sering dilakukan bagi kebanyakan orang. Saat membuka gerbang ke dunia maya, ada satu hal yang harus ada dibenak diri kita. Yakni tidak semua hal yang Anda baca di internet itu benar. Alasannya cukup sederhana, ada begitu banyak informasi atau berita palsu bertebaran atau  hoax . Hal itu terjadi karena informasi sangat mudah untuk disebarkan di internet. Kata hoax adalah berasal dari Bahasa Inggris dan kini kerap muncul di berbagai media. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hoaks atau  hoax  adalah berita bohong atau berita tidak bersumber. Hoax adalah informasi yang sesungguhnya tidak benar, tetapi dibuat seolah-olah benar adanya. Dampak Negatif yang Timbul Akibat Hoax 1. Buang-buang Waktu dan Uang Menurut perhitungan pada situs  cmsconnect.com , membaca kabar hoax dapat menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi individu atau kantor tempat Anda bekerja. Hal ini terja...