Langsung ke konten utama

DILEMA PEMULANGAN MANTAN ISIS KE INDONESIA


Wacana pemberitaan tentang pemulangan WNI eks ISIS menuai polemik. Terkait dengan hal itu eks ISIS ke Indonesia, ketua BNPT masih melakukan pengkajian dengan pemerintah tentang dampak positif-negatifnya. Menurut Zaki Mubarak (2015), fenomena ISIS di Indonesia merupakan salah satu faktor menguatnya faktor global dalam memberikan pengaruh kepada gerakan Islamdi Indonesia. ISIS didirikan pada tahun 2014 oleh Abu Bakar al-Baghdadi.

Pada bulan Februari 2014, ratusan orang dari kelompok Islam yang menyebut dirinya sebagai Forum Aktivis Syariat Islam (FAKSI)berikrar kepada pemimpin ISIS. Isi bai’at yang dibacakan oleh salah satu ustad yang bernama Abu Sholih at-Tomorowi berbunyi, “Demi Allah sungguh kami dan seluruh kaum muslimin berbahagia dengan Daulah Islam Iran dan Syam (ISIS) yang insya Allah akan menjadi cikal bakal Khilafah Islamiyah ala Minhajin Nubuwwah”.

Setelah ISIS mendeklarasikan wilayah khilafah Islamiyahnya pada 29 Juni 2014, FAKSI kemudian berikrar untuk masuk dalam khilafah ala ISIS. Sejak saat itu, muncul respon dari kelompok lain untuk bergabung bersama ISIS, misalnya kelompok Jamaah Ansharut Dawlah yang dipimpin Abu Bakar Ba’asyir dan kelompok Aman Abdurrahman.

Terorisme ISIS Indonesia


Jauh sebelum munculnya ISIS, Fransisco Galamas (Terorisme in Indonesia: on Overview, 2015), mengatakan bahwa bahwa sejak tahun 1980-1990 an tercatat sekitar 200 orang berlatih bersama kelompok al-Qaeda di Afghanistan. Selesai mereka latihan di sana, dari 200 orang kemudian terlibat dalam aksi bom bunuh diri di Indonesia, seperti Bom Bali I dan II, hotel J.W Marriot.
Sejak adanya ISIS di Indonesia, semakin banyak tragedi-tragedi terorisme di Indonesia. Serangan kepada kepolisian yang terjadi pada 24 Mei 2017; bom Kampung Melayu; Bom Thamrin 2016; Di Surakarta; dan di Surabaya, melibatkan anggota ISIS. Menurut Polri, ada anggota kelompok JAD yang menjadi pelakunya. Tentunya, rentetan aksi ini menjadi salah memori yang sulit untuk dilupakan oleh masyarakat Indonesia.

Serangkain bom yang terjadi di Indonesia bisa membuat masyarakat ketakutan, karena keamanan yang mulai rentan akibat munculnya aksi dan jaringan ISIS di Indonesia. Bom ISIS sebagai legitimasi jihad agama yang sebenarnya dalam semua agama dilarang. Karena itu, menaku-nakuti masyarakat seolah-olah ini adalah sebuah ancaman serius.

Hak Kewarganegaraan


Oleh karenanya, kemungkinan untuk mereka bisa diterima oleh masyarakat Indonesia akan sulit. Wacana pemulangan sekitar 600 orang eks ISIS akan menuai kesulitan karena tidak hanya menyangkut persoalan ideologimelainkan juga kewarganegaraannya.
Satu persoalan yang muncul adalah tentang hak kewarganegaraan eks ISIS. Seperti yang diketahui bersama bahwa apabila mereka ingin jihad bersama dengan ISIS, maka ia harus berbaiat mengucapkan ikrar janji kepada khilafah Islam-nya ISIS. Dengan kata lain, ketika mereka bertempat tinggal di sana dan menjadi warga negara ISIS, maka hak kewarganegaraannya sebagai orang Indonesia sudah hilang (UU No. 12, 2005).
Menurut Mahfud MD (06/01/2020 detik.com) mengatakan bahwa apabila mereka dipulangkan maka butuh waktu panjang untuk memprosesnya. Prof. Mahfud lebin lanjut mengatakan bahwa mereka harus menjalani hukuman yang pernah dia langgar terlebih dahulu sembari dilakukan deradikalisasi dan pembinaan sebelum disrahkan kepada masyarakat.

Baca juga : INDONESIA MENGGUNAKAN DATA CIA UNTUK MENGIDENTIFIKASI MANTAN PEJUANG ISIS

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...