Langsung ke konten utama

INDONESIA MENGGUNAKAN DATA CIA UNTUK MENGIDENTIFIKASI MANTAN PEJUANG ISIS


Menteri Koordinator Polhukam Republik Indonesia mengakui bahwa Badan Intelijen Pusat (CIA) AS telah memberikan data tentang militan Indonesia yang telah berjuang untuk Negara Islam di negara-negara asing.

Indonesia telah menolak untuk memulangkan lebih dari 600 militan yang terdampar dari Suriah, Irak, Turki dan beberapa negara lain, tetapi mungkin memungkinkan kembalinya anak-anak yatim piatu untuk berperang.

Dalam wawancara khusus dengan saudara kembar Jakarta Globe, Beritasatu TV, ditayangkan Jumat malam, menteri Mahfud MD, mengatakan data CIA telah diverifikasi oleh lembaga negara, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN) , Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

“Kami memiliki data CIA pada 846 orang yang kami verifikasi dengan data BIN, BAIS, dan BNPT kami sendiri. Kami menemukan bahwa 157 dari nama-nama itu memiliki identitas ganda, yang berarti sebenarnya ada 689 orang,” kata Mahfud kepada tuan rumah Claudius Boekan.

“Dari angka itu, hanya 288 yang memiliki identitas dan alamat lengkap, sedangkan sisanya sebanyak 401 orang masih sulit dilacak,” katanya.


Mahfud menambahkan bahwa Komite Internasional Palang Merah juga memiliki data tentang 185 orang Indonesia dari mantan pejuang IS.

"Tetapi mereka menolak permintaan kami untuk mengungkapkan identitas mereka, membuat kami ragu apakah orang-orang itu benar-benar ada di antara 689 nama dalam daftar kami," katanya.

"Kami memutuskan untuk menghilangkan laporan ICRC dan fokus pada apa yang kami miliki hari ini," katanya.

Anak Yatim


Presiden Joko Widodo memutuskan untuk mengizinkan anak-anak Indonesia yatim piatu karena konflik di Timur Tengah untuk kembali ke rumah mereka, kata Mahfud.

Keputusan itu dibuat setelah Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan bertanya bagaimana negara tetangga ini menangani masalah tersebut.

"Selama diskusi dengan Scott Morrison, Presiden Jokowi bertanya tentang FTF (Foreign Teroris Fighters) dan diberitahu bahwa Australia mengizinkan anak-anak yatim piatu untuk kembali karena alasan kemanusiaan," katanya.

Presiden berbagi pendapat yang sama dan memerintahkan para menterinya untuk membuat pengecualian bagi anak-anak, kata Mahfud.


"Kami membuat pengecualian untuk anak di bawah 10 yang kehilangan kedua orang tuanya dalam konflik," kata Mahfud.

Menteri mengatakan banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memvalidasi data dan melacak anak-anak yatim yang akan membawa mereka pulang.

"Di Suriah, misalnya, ada 184 orang Indonesia dan hanya 33 di antaranya adalah pria, sedangkan 151 sisanya adalah wanita dan anak-anak," katanya.

Mahfud mengatakan bahwa mantan pejuang ISIS secara otomatis kehilangan kewarganegaraan Indonesia mereka berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan Indonesia tahun 2006, yang menetapkan bahwa setiap warga negara Indonesia yang telah bergabung dengan angkatan bersenjata asing bukan lagi warga negara.

Di bawah hukum, pemerintah tidak perlu vonis yudisial untuk mencabut kewarganegaraannya, katanya.

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...