Langsung ke konten utama

REVISI UU KPK, SOLUSI ATAU AMBISI ?



Parlemen Indonesia memilih dengan suara bulat pada hari Selasa untuk menyetujui perubahan undang-undang yang mengatur badan anti-korupsi negara itu, yang dikhawatirkan oleh para aktivis dapat melemahkan kekuatannya untuk memberantas korupsi. Komisi Pemberantasan Korupsi, yang dikenal dengan inisial KPK, telah menuntut ratusan politisi dan pejabat sejak pembentukannya pada tahun 2002, menjadi salah satu lembaga paling dihormati di negara ini. 


Tetapi ada upaya berulang kali oleh politisi dan polisi untuk merusaknya. Parlemen meloloskan mosi pekan lalu untuk memperdebatkan amandemen undang-undang tahun 2002 yang menciptakan badan tersebut, mengarah pada revisi pada hari Selasa yang akan menempatkannya di bawah pengawasan dewan eksternal. Kekuatan utama dewan adalah untuk mengesahkan izin dalam tahap penyadapan dan identifikasi.


Tetapi reformasi telah membuat khawatir para aktivis anti-korupsi, yang khawatir mereka dimaksudkan untuk melemahkan lembaga tersebut. Para pengunjuk rasa berkumpul di depan parlemen sebelum pemungutan suara Selasa, beberapa memegang tanda-tanda meratapi "pemakaman" KPK. Banyak investigasi KPK yang melibatkan anggota parlemen. Seorang mantan pembicara rumah adalah di antara mereka yang telah dihukum karena korupsi. Presiden Joko Widodo, yang memiliki waktu 30 hari untuk menandatangani undang-undang, telah membela perubahan dan menekankan bahwa ia tidak akan berkompromi dalam perang melawan korupsi.


Beliau menyatakan dalam pidato yang disiarkan televisi pekan lalu bahwa dewan eksternal diperlukan untuk "pemerintahan yang baik", meskipun dia mengatakan dia akan memilih anggota dan mereka akan termasuk peneliti dan aktivis anti-korupsi, bukan politisi atau birokrat. Di bawah perubahan, penyelidik independen badan tersebut akan menjadi pegawai negeri sipil. Aktivis khawatir itu bisa membuat mereka lebih rentan terhadap tekanan.

Komentar

Posting Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...