Langsung ke konten utama

PRABOWO JADI MENTERI PERTAHANAN, MUSIBAH ATAU BERKAH ?


Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, telah menunjuk menteri pertahanannya sebagai mantan saingannya dalam pemilihan pahit Prabowo Subianto - seorang mantan jenderal angkatan darat yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

Jokowi telah mengumumkan susunan kabinetnya pada hari Rabu setelah mengalahkan Prabowo dalam pemilihan umum bulan April lalu. Paling tidak sembilan orang tewas dan lebih dari dua ratus orang terluka akibat kerusuhan di Jakarta setelah kampanye penuh, di mana Subianto menuduh pemerintahan Jokowi menyelenggarakan pemilihan "besar-besaran, sistematis dan curang".

Berita pengangkatan Pabowo telah menyebabkan keresahan di antara banyak pendukung Joko Widodo. Kegelisahan publik atas Prabowo Subianto yang memegang kekuasaan atas angkatan bersenjata berasal dari catatan militer sebelumnya. Seorang mantan menantu mendiang diktator Suharto, Prabowo Subianto telah dituduh mengatur penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis menjelang demonstrasi anti-pemerintah pada tahun 1998 ketika ia sedabg menjabat sebagai komandan operasi pada saat itu. Namun, hal yang tidak diketahui publik adalah dia tidak pernah didakwa sehubungan dengan dugaan insiden tersebut. Hanya opini belaka yang digunakan sekelompok orang dengan kepentingan pribadinya masing-masing.


Kampanye pemilu yang diperebutkan antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo diwarnai oleh banjir informasi yang keliru. Namun sejak hasilnya diumumkan, pasangan ini telah muncul bersama di depan umum. Memang banyak publik yang kecewa perihal ini, namun sebenarnya publik hanya kecewa dan termakan fanstismenya masing-masing.

Ketika posisi menteri pertahanan Prabowo Subianto diumumkan secara resmi, Joko Widodo sebagai presiden terpilih peridoe 2019-2024 mengatakan, "Saya yakin saya tidak perlu menceritakan kepadanya tentang pekerjaannya - dia tahu lebih banyak daripada saya soal pertahanan."


Di tempat lain dalam kabinet Indonesia Maju, Presiden Joko Widodo berfokus pada penunjukan profesional daripada anggota partai politik. Nadiem Makarim, salah satu pendiri Gojek, menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan. Sri Mulyani Indrawati, mantan direktur pelaksana Bank Dunia, diangkat kembali sebagai menteri keuangan.


Saat masa jabatan keduanya dimulai, Widodo, 58, menghadapi banyak tantangan di luar tujuan utamanya yang dinyatakan untuk meningkatkan ekonomi negara. Bulan ini seorang tersangka Isis radikal menyerang kepala menteri keamanannya dan kekerasan meletus di Papua ketika para pemrotes berbaris menentang dugaan pelanggaran oleh para pejabat dan menuntut kemerdekaan Papua.

Jokowi juga menghadapi reaksi publik atas amandemen KUHP yang diusulkan yang akan mengkriminalkan publik mengkritik pemerintah Indonesia dan sistem pengadilan. Langkah ini dicap tidak demokratis oleh para pakar hukum. Apalagi tidak ada tindakan ataupun langkah yang diambil terkait hal ini.

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...