Langsung ke konten utama

TUDINGAN TERHADAP IRAN DIBALIK SERANGAN MINYAK SAUDI




Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan ada "tingkat kemungkinan yang sangat tinggi" bahwa Iran berada di balik serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi yang memusnahkan setengah dari produksinya.


Dua kilang minyak utama di Arab Saudi diserang pekan lalu, menjatuhkan sekitar 5% dari produksi minyak mentah harian dunia, sama dengan sekitar 5 juta barel. Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan itu, meskipun AS dan Arab Saudi telah menunjuk ke Iran. Iran membantah klaim tersebut.
Berbicara kepada wartawan yang terbang bersamanya ke Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, Johnson mengatakan pemerintahnya sekarang "menghubungkan tanggung jawab dengan tingkat probabilitas yang sangat tinggi ke Iran" untuk serangan 14 September.
"Kami pikir sangat mungkin memang bahwa Iran memang bertanggung jawab, menggunakan kedua drone dan rudal jelajah," katanya kepada wartawan.
"Kami akan bekerja dengan teman-teman Amerika kami dan teman-teman Eropa kami untuk membangun tanggapan yang mencoba untuk mengurangi ketegangan di wilayah Teluk," tambahnya.



Johnson menekankan bahwa dia ingin menghindari meningkatnya situasi di kawasan itu, tetapi Inggris akan menanggapi panggilan dari sekutunya untuk dukungan militer.



"Pada tindakan yang bisa kita ambil, Anda akan melihat bahwa Amerika mengusulkan agar melakukan lebih banyak untuk membantu mempertahankan Arab Saudi, dan kami akan mengikutinya dengan cermat," katanya. "Dan jelas jika kita diminta, baik oleh Saudi atau oleh Amerika, untuk memiliki peran, maka kita akan mempertimbangkan dengan cara apapun yang bisa berguna."



Ketika ditekan pada tindakan spesifik apa yang ingin diambil Inggris dalam mengatasi krisis, Johnson menyerukan respons terpadu. Komentar Johnson mengikuti pengumuman AS pada hari Jumat bahwa itu akan mengirimkan dalam "penyebaran moderat" pasukan Amerika ke Arab Saudi sebagai tanggapan atas serangan itu. Johnson diatur untuk bertemu dengan Presiden Iran Hassan Rouhani untuk membahas serangan-serangan ketika berada di New York, serta penahanan berkelanjutan Iran atas warga negara Inggris.

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...