Langsung ke konten utama

RUSIA DAN CHINA MEMPERCEPAT KERJASAMA MILITER


Seiring dengan ketidaksetabilan dan ancaman dari terorisme yang turut meningkat, hal ini membuat seluruh negara-negara mulai berfikir tentang bagaimana mereka bisa berkontribusi demi memperkuat keamanan internasional. Hal ini dilakukan tidak lain untuk melindungi kepentingan perekonomian, politik dan potensi militer mereka yang dirasa sangat substansial . Dari sisi sudut pandang militer, hal ini ditunjunkukan dari hubungan antara Rusia dan China. Dimana kedua negara ini saling memiliki perbatasan wilayah darat seluas 4.200km dan memiliki juga akses menuju samudra pasifik. Tanggung jawab yang sangat besar pada wilayah Eurasia dan asia pasifik tergantung pada perbatasan kedua negara besar ini. Kerjasama antara kedua negara dalam lingkup pertahanan sangat memberi efek yang signifikan terhadap BOP(balance of power) di seluruh dunia.

Meski demikian sampai saat ini Rusia dan China bukan merupakan anggota dari aliansi militer manapun (meski kita ketahui terdapat Shanghai cooperation organitation yang merupakan forum kerjasama dari kedua negara yang bergerak untuk membahas permasalahan keamanan namun bukan kepada isu militer). Disisi lain kedua negara tetap melakukan berbagai kerjasama yang meliputi kerjasama di bidang perekonomian, pertukaran teknologi dan informasi sampai dengan merencanakan pertemuan petinggi militer dan melaksanakan beberapa latihan bersama.



Hal ini ditunjukkan pada bulan September 2018 lalu, dimana Angkatan bersenjata china juga ikut ambil andil dalam kegiatan Vastok 2018. Vastok merupakan gelar latihan militer Rusia yang dilaksanakan di wilayah timur jauh dari negara Rusia dan juga dilaksanakan di Samudra Pasifik. Acara latihan militer di Vastok ini merupakan gelar latihan militer terbesar yang pernah dilakukan oleh Rusia semenjak runtuhnya pemerintahan Unisoviet. Lebih kurang sekitar 300.000 ribu personel (termasuk dari China dan Mongolia) dan hampir lebih kurang 40.000 unit perlengkapan alutsista militer juga diikutsertakan dalam latihan tersebut. 

Maneuver gabungan dari pasukan darat, Armada laut pasifik rusia dan angkatan udara rusia (VKS) melaksanakan latihan bersama dalam rangka gelar kesiapan tempur. Latihan ini dilakukan guna menunjukkan bahwa terdapat kesiapan kekuatan militer baik dari darat, laut dan udara dapat dilakukan secara bersamaan. China merupakan negara yang pertama kali turut ambil andil dalam kegiatan latihan militer besar seperti ini. Hal ini menjadikan indikasi yang jelas bahwa antara pemerintah Moskow dan Beijing telah menyadari peran dalam wilayahnya. Pada tanggal 22 juli situs resmi Rusia yakni protal informasi pemerintah Rusia mempublikasikan keputusan pemerintah Rusia untuk menerima proposal yang dibuat oleh kementrian pertahanan federasi Russia, yang berisi tentang pelaksanaan negosiasi antara China dan Rusia guna meninjau kerjasama dan kesepakatan khususnya antara kementrian pertahanan Rusia dan kementrian pertahanan nasional dari Republik China. 


Pada 23 juli pagi hari pesawat pembom strategis milik China dan Rusia telah melaksanakan misi patroli bersama di wilayah laut Jepang, khususnya di sekitar kepulauan karang kecil Liancourt. Hal ini tentu saja kemudian dibanjiri protes baik oleh Korea Selatan maupun Jepang yang mana kedua belah pihak tersebut telah lama terlibat dalam perebutan wilayah tersebut. Tentu saja kemudian kedua negara tersebut mengeluarkan pernyataan bahwa wilayah mereka telah dilanggar oleh Rusia dan China dalam latihan tersebut. Namun demikian Federasi Rusia dan Republik China menolak tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa mereka melakukan latihan yang sah dan dalam wilayah yang netral berdasarkan aturan hukum internasional.

Kembali hari berikutnya pada tanggal 24 juli pemerintah Beijing merilis buku putih tentang pertahanan nasional, yang mana mengandung doktrin militer china yang bersifat tidak rahasia. China telah merilis dokumen yang serupa tentang dasar aturan pertahanan pada tahun 1998. Buku putih Pertahanan china ini mengandung analisa lingkungan strategis saat ini dan mengandung kunci tujuan dari kekuatan bersenjata militer china kedepan. Berdasarkan buku putih tersebut dua negara ini akan mengembangkan kerjasama antar angkatan bersenjatanya baik kekuatan darat, laut maupun udaranya. Didalam dokumen tersebut tidak menyinggung negara ketiga yang menjadi target latihan dalam kolaborasi latihan di vostok. 

Dalam hal ini Kerjasama militer, bahkan mungkin juga akan mengarah menjadi aliansi antara Russia dan China kedepan karena segaris dengan tujuan yang telah di tentukan oleh kedua pemerintahan negara tersebut. Dari keseluruhan kedua negara tersebut saling menyampaikan tantangan dan objek yang ingin dicapainya. 

Sebagai contoh, kedua negara baik China maupun Rusia saat ini sedang disibukkan dengan konfrontasi dengan pihak barat, dengan menunjukkan hubungan partnership ini dapat mendukung kebutuhan selama terjadinya perselisihan politik. Ditambah kedua belah pihak ingin membangunkan pengaruh dari pihak barat pada APAC ( The Asia Pacific Region). China berniat untuk menguasai wilayah pacific dan Samudra Indian dengan mengubah formasi kekuatan militer dengan harapan untuk menekan kekuatan barat keluar dari regional tersebut. Sedangkan rusia juga bertekad untuk mendongkrak potensinya dan juga menjadikan kekuatan di wilayah Samudra pasifik sebagai kepemilikannya. 

Sama halnya dengan China, Federasi Rusia sangat tidak menyukai kehadiran barat dalam regional tersebut, seperti halnya pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah Jepang. Selain itu kedua negara masih harus berhadapan dengan tantangan selanjutnya untuk menjaga keamanan di wilayah Asia Tengah, yang mana ancaman terorisme masih tinggi. Tingginya ancaman terorisme ini dikarenakan sangat sulitnya situasi ekonomi dalam wilayah tersebut dan masih berlanjutnya perang yang tanpa henti di wilayah Afghanistan dan juga negara timur tengah lainnya. Stabilitas perbatasan wilayah selatan Rusia dan perbatasan barat China yang merupakan wilayah yang akan dijadikan implementasi baik inisiatif transportasi dan ekonomi sebagai Jalur Sutra baru, yang sangat bergantung dari situasi keamanan negara negara di Asia Tengah. 

Kedua negara menghadapi tantangannya masing masing dan bisa saling menolong satu sama lainnya. Ketika kekuatan barat lepas dari APAC, China harus secara penuh menyelesaikan permasalahan teritori dengan India, Bhutan, Taiwan, Vietnam, Filipina, Korea, Jepang dan lainnya. Dan China berharap untuk Rusia mendukung dalam penyelesaian tersebut. Topik tersebut telah lama didiskusikan antara kedua negara tersebut. Jepang dalam waktu lalu telah membuat beberapa pernyataan keliru dan juga mengambil beberapa aksi yang bersifat provokatif. Dalam dokumen G 20 yang dilaksanakan di Osaka yang lalu jepang mencantumkan kepulauan Kuril sebagai wilayah Jepang. Setelah G20 usai, Rusia lantas melaksanakan latihan Angkatan laut di wilayah selatan kuril sebagai penunjukkan bahwa kepulaun kuril sebagai wilayah kedaulatannya. 



Dapat disimpulkan juga bahwa salah satu tujuan Vostok 2018 adalah untuk menunjukkan kekuatan militer kepada jepang sebagai lawan yang bersekutu dengan pihak barat. Partisipasi China dalam latihan ini hanya untuk menegaskan tujuan tersebut atau bahkan lebih. Kerjasama antara Rusia dan China kini semakin mendapatkan status yang resmi, dan dengan tidak ada pemain regional lain yang meragukan lagi keseriusan dari kekuatan dan kemampuan kedua negara ini.



Sumber Dan Refrensi : 

https://sputniknews.com/world/201907041076146214-russia-protests-japans-move-to-designate-the-kuril-islands-as-japanese-in-g20-summit-docs/
https://journal-neo.org/2019/08/03/joining-forces-russia-and-china-are-fostering-military-cooperation/ 
http://eu.eot.su/2019/07/02/south-kuril-turn-japanese-at-g20-summit/
https://nationalinterest.org/blog/the-buzz/china-russias-great-game-central-asia-11385
https://globalsecurityreview.com/vostok-2018-russias-largest-war-games-since-1981/

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...