Langsung ke konten utama

PUBLIC SPEAKING CLASS ? KOMUNITAS APA SIH ?


Public speaking kerap diidentikkan dengan dunianya para MC, presenter atau penyiar radio. Tetapi tahukah kalian jika ternyata kemampuan public speaking juga harus dimiliki setiap orang termasuk kalian. Hal ini terbukti dari  survei yang dilakukan The People’s Almanac Book of List terhadap 3000 orang di Amerika mengenai hal yang paling mereka takutkan dalam hidup.

Ternyata mayoritas orang Amerika lebih berani mati ketimbang berbicara di depan umum. Namun masih melekatnya stigma public speaking dengan host dan mahalnya biaya kursus menjadi alasan banyak orang enggan belajar public speaking.  Padahal ada nih komunitas public speaking, dimana kalian bisa belajar dengan fun, sharing pengalaman dan menambah banyak teman.

Di Kota Surabaya tepatnya di Universitas Surabaya telah hadir komunitas Public Speaking Class yang mana telah menjadi wadah bagi teman-teman remaja untuk belajar public speaking. Komunitas ini didirikan oleh Debi Agus Sanstoso yang akrab dipanggil Coach Debi oleh peserta Komunitas Public Speaking Class (PSC) Unesa. Coach Debi merupakan mahasiswa aktif semester akhir Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Jurusan Teknologi Pendidikan Dan Kurikulum.

Sampai saat ini, Komunitas PSC telah membuka pelatihan hingga season ke delapan dan dua kali penyelenggaraan Duta PSC semenjak didirikannya komunitas ini. Memang terkadang kita banyak bicara tetapi tidak tahu makna bicara kita apa. Menurut saya sebagai penulis, alangkah idealnya jika suatu saat ada wadah berkumpulnya anak-anak muda di Surabaya yang belajar public speaking yang mungkin tidak mampu mengikuti kursus di lembaga pendidikan khusus, atau juga waktunya terbatas, atau kurang percaya diri mengikuti. Dan PSC adalah salah satu bentuk wadah tersebut. Sejauh yang penulis tahu, pelatihan public speaking di komunitas ini dikemas lebih ringan, fun, dan interaktif. 


Dalam kegiatan PSC sendiri, sang founder akan berbagi materi seputar ilmu public speaking yang applicable digunakan dalam keseharian. Selain itu tentu ada praktek langsung. Jadi, peserta pelatihan bisa memanfaatkan sesi ini untuk melihat seberapa jauh kemampuan public speakingnya. Sementara itu, Duta PSC yang telah dipilih akan bertugas selama masa bhaktinya. Tidak hanya bertugas dalam menyebarluaskan semangat menginspirasi, tetapi juga membantu rekan-rekan yang memperbaiki kualitas public speakingnya.


Pada tahun 2018 adalah tahun perdana dipilihnya Duta Public Speaking Unesa. Pada tahun tersebut dimenangkan oleh Indah Arta Verlina yang berasal dari Fakultas EKonomi (FE)  Unesa. Pada tahun tersebut, kontestan berasal dari Unesa dan terpilih 20 besar finalis yang telah diseleksi sebelumnya. Namun, seiring meningkatnya minat dari peserta pelatihan PSC yang tidak hanya berasal dari Unesa saja, pada tahun 2019 tersaring 25 besar finalis yang terseleksi.


Finalis tersebut tidak hanya berasal dari Unesa, tetapi juga berasal dari luar Unesa. Diantaranya UIN Sunan Ampel dan UPN Veteran Jawa Timur. Pada pagelaran tahun 2019, Duta PSC dimenangkan oleh Luisita K. yang berasal dari Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Unesa. Materi yang diberikan selama karantina dan pembekalan pun sangat menarik. Diantaranya Public Speaking, Moderator Class, Personal Branding, Social Media Management, Training Management, dan Focus Group Discussion. Selain itu, juga ada sesi Senam Bersama, Eksplorasi Ice Breaking, Praktik Menjadi Fasilitator, Tes Kepribadian, Catwalk, hingga Vlog Challenge di Kebun Binatang Surabaya.


Dengan adanya Komunitas PSC, diharapkan nantinya dapat ikut serta dalam mengembangkan dan membangun generasi muda yang penuh percaya diri, santun dan cerdas berbicara dan menularkan semangat untuk menginspirasi orang lain. Tidak hanya generasi muda di Surabaya saja, namun juga remaja dan pemuda di seluruh Indonesia. 


Bagi kalian yang berminat untuk bergabung dengan komunitas ini, kalian dapat mengakses informasi terbaru melalui instagram @publicspeakingunesa atau dapat menghubungi narahubung yang tertera pada akun tersebut.



Refrensi :
https://www.unesa.ac.id/grand-final-pemilihan-duta-public-speaking-2018
https://www.instagram.com/publicspeakingunesa

Komentar

Popular Post

'PUBLIC SERVICE' ITU LADANG KONTRIBUSI ATAU LADANG EKSISTENSI?

Dunia maya kembali diramaikan dengan adanya sosok pria berseragam. Dilansir dari laman twitter @kapansarjana_, terdapat sebuah video yang menampakkan sosok polisi yang sedang memegang senjata dan berkata "Pacar kamu ganteng? Kaya? Bisa gini nggak?" sambil mengokang senjata yang dibawanya. Hal ini menimbulkan berbagai respon dari netizen. Menurut hemat penulis, hal ini wajar terjadi karena setereotip yang berlaku di masyarakat tentang pria berseragam. Namun, apakah menjadi wajar ketika membenci mereka kita menghujat mereka? Lalu dimanakah letak kesalahan pria berseragam sehingga dibenci khalayak ramai? Sejauh ini menjadi pria berseragam mungkin menjadi tujuan bagi beberapa orang. Entah alasan karir, menjadi penerus keluarga, ataupun alasan lain. Namun, yang perlu digaris bawahi dalam hal ini adalah resikonya. Bila sudah berstatus sebagai pria berseragam atau istilah kerennya A Man With Uniform, berarti harus siap disorot sebagai Pelayan Publik (Public Service). Tapi, sejauh in...

BEM UI RAMAI LAGI

BEM Universitas Indonesia kini ramai diperbincangkan kembali setelah memuat postingan yang cukup kontroversial. Melalui akun @BEMUI_Official, organisasi kampus tersebut langsung menyebut Presiden Joko Widodo sebagai King of Lip Service. Hingga sore ini, sebuah pesan bergambar Presiden Joko Widodo yang bermahkota merah telah mendapat lebih dari 19.000 likes dan ribuan komentar online. Fathan Mubina, seorang penghubung yang tercantum dalam pesan yang dikonfirmasi, mengungkapkan bahwa pihaknya merasa apa yang dikatakan orang nomor satu di berbagai saluran berita tidak sesuai dengan kenyataan. “Kami memiliki banyak masalah sosial dan politik yang perlu ditangani sebagai tugas utama di BEM. Dan beberapa di antaranya berurusan dengan presiden,” kata Fathan kepada TribunJakarta melalui telepon, Minggu (27 Juni 2021). “Dalam pemberitaan media (Presiden Jokowi) menyatakan tidak sejalan dengan pelaksanaannya, dan berusaha menunjukkan bahwa pelaksanaan pernyataan tersebut tidak serius, jadi berbe...

JOKOWI CARI MENTERI LAGI?

Kabar tentang reshuffle atau perombakan kabinet menggelinding dan menjadi bola liar usai Presiden Jokowi memarahi para menterinya di sidang kabinet. Reshuffle kabinet atau perombakan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju ini menjadi isu hangat yang terus menguat, terutama di kalangan partai politik. Isu ini menjadi perbincangan dan pergunjingan publik usai video rekaman rapat kabinet yang mempertontonkan kemarahan Jokowi dan akhirnya menjadi viral. Berbagai analisa dan asumsi bertaburan, baik di media massa, forum diskusi dan kedai kopi. Bahkan kalangan rakyat kecil pun ikut menyoroti hal ini. Wacana perombakan kabinet terlontar langsung dari mulut Jokowi. Ia kesal dan tak puas dengan kinerja para pembantunya di Kabinet Indonesia Maju. Kekecewaan dan kemarahan itu tampak dari kalimat-kalimat yang disampaikan Jokowi kala membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara. Gotong Royong Antar Menteri Mulai Luntur? Kabinet Indonesia Maju merupakan kabinet yang dirancang secara visioner da...